Kamis, 10 Oktober 2019

Shella Widia Sitompul





Shella widia sitompul
Seorang mahasiswi pendidikan Bahasa Inggris di universitas lancang kuning semester 3 tahun 2019/2020.
Mahasiswi yang awalnya tidak mengerti tentang per-blog-an dan diberikan tugas oleh seorang dosen pada mata kuliah introduction to linguistics untuk membuat blog dan dianjurkan untuk menulis disana sebagai syarat mengkuti kelas mata kuliah ini.
Jujur, saya tidak mengerti bagaimana cara membuat blog, menulis artikel blog, bahkan untuk mengurus blog ini agar tetap berjalan dengan baik.
Dan termasuk salah satu mahasiswi yang bercita-cita menjadi seorang sarjana yang tamat bukan hanya membawa bekal nilai tetapi juga ilmu dan skill yang baik yang diharapkan bisa berguna nantinya.
Perempuan yang berusia 19 tahun ketika menulis artikel ini pernah tergerak hatinya untuk berubah menjadi mahasiswa yang produktif dalam perkuliahan dan organisasi tapi belum terealisasi. Ingin memiliki banyak prestasi untuk menambah isi cv yang akan dipakai kelak ketika mencari pekerjaan atau bahkan untuk modal mencari beasiswa melanjutkan pendidikannya.
Dan teruntuk bapak dosen, bapak Budianto Hamuddin
Mungkin saya ingin bercerita sedikit sebagaimana tugas yang diberikan oleh bapak untuk saya untuk menyentuh sedikit bagian hati bapak agar nanti tidak akan tega memberikan nilai c pada kartu hasil studi saya.
Pertama kali belajar dengan bapak yang menunjukkan bagaimana cita cita bapak untuk merealisasikan bahwa universitas lancang kuning bisa bersaing dengan kampus terbaik di Indonesia bahkan akan mampu bersaing dengan kampus sekelas harvard dan cambridge, saya ingin menjadi bagian dalam hal itu tapi saya sadar saat itu dan berkecil hati bagaimana mungkin saya bisa menjadi bagian dari itu jika membuat untuk membuat blog saja saya masih meminta bantuan teman dekat saya atau biasa disebut ‘pacar’. Tetapi saya kembali menguatkan diri untuk berjanji mengubah diri menjadi lebih baik agar bisa mewujudkan cita-cita. Saya juga ingin menyampaikan permohonan agar bapak mau membantu dan mengajari saya bagaimana menjadi bagian dari tim yang mewujudkan universitas lancang kuning lebih unggul lagi. Tapi ketika mengingat bagaimana belajar dengan bapak dan juga mendengar dari cerita pengalaman senior saya mulai merasa takut tidak bisa mengikuti alur pengajaran bapak dengan baik, ya saya akui saya memang seorang yang penakut dan juga mudah merasa tidak sanggup melakukan sesuatu entah apalah itu namanya pak. Saya pikir tulisan saya kali ini sudah bisa mewakili siapa dan bagaimana diri saya pak, saya harap tulisan pendek ini bisa menyentuh sedikit bagian hati bapak, terimakasih atas waktu yang bapak berikan untuk membaca tulisan saya.

Artikel Terkait

Shella Widia Sitompul
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 komentar


EmoticonEmoticon