Shella widia sitompul
Seorang mahasiswi pendidikan Bahasa Inggris di
universitas lancang kuning semester 3 tahun 2019/2020.
Mahasiswi yang awalnya tidak mengerti tentang
per-blog-an dan diberikan tugas oleh seorang dosen pada mata kuliah
introduction to linguistics untuk membuat blog dan dianjurkan untuk menulis
disana sebagai syarat mengkuti kelas mata kuliah ini.
Jujur, saya tidak mengerti bagaimana cara
membuat blog, menulis artikel blog, bahkan untuk mengurus blog ini agar tetap
berjalan dengan baik.
Dan termasuk salah satu mahasiswi yang
bercita-cita menjadi seorang sarjana yang tamat bukan hanya membawa bekal nilai
tetapi juga ilmu dan skill yang baik yang diharapkan bisa berguna nantinya.
Perempuan yang berusia 19 tahun ketika menulis
artikel ini pernah tergerak hatinya untuk berubah menjadi mahasiswa yang
produktif dalam perkuliahan dan organisasi tapi belum terealisasi. Ingin
memiliki banyak prestasi untuk menambah isi cv yang akan dipakai kelak ketika
mencari pekerjaan atau bahkan untuk modal mencari beasiswa melanjutkan
pendidikannya.
Dan teruntuk bapak dosen, bapak Budianto
Hamuddin
Mungkin saya ingin bercerita sedikit sebagaimana
tugas yang diberikan oleh bapak untuk saya untuk menyentuh sedikit bagian hati
bapak agar nanti tidak akan tega memberikan nilai c pada kartu hasil studi
saya.
Pertama kali belajar dengan bapak yang menunjukkan
bagaimana cita cita bapak untuk merealisasikan bahwa universitas lancang kuning
bisa bersaing dengan kampus terbaik di Indonesia bahkan akan mampu bersaing
dengan kampus sekelas harvard dan cambridge, saya ingin menjadi bagian dalam
hal itu tapi saya sadar saat itu dan berkecil hati bagaimana mungkin saya bisa
menjadi bagian dari itu jika membuat untuk membuat blog saja saya masih meminta
bantuan teman dekat saya atau biasa disebut ‘pacar’. Tetapi saya kembali
menguatkan diri untuk berjanji mengubah diri menjadi lebih baik agar bisa
mewujudkan cita-cita. Saya juga ingin menyampaikan permohonan agar bapak mau
membantu dan mengajari saya bagaimana menjadi bagian dari tim yang mewujudkan
universitas lancang kuning lebih unggul lagi. Tapi ketika mengingat bagaimana
belajar dengan bapak dan juga mendengar dari cerita pengalaman senior saya
mulai merasa takut tidak bisa mengikuti alur pengajaran bapak dengan baik, ya
saya akui saya memang seorang yang penakut dan juga mudah merasa tidak sanggup
melakukan sesuatu entah apalah itu namanya pak. Saya pikir tulisan saya kali
ini sudah bisa mewakili siapa dan bagaimana diri saya pak, saya harap tulisan
pendek ini bisa menyentuh sedikit bagian hati bapak, terimakasih atas waktu
yang bapak berikan untuk membaca tulisan saya.
Shella Widia Sitompul
4/
5
Oleh
Shella Widia

Shel i think u need aqua
BalasHapus