Sabtu, 19 Oktober 2019

Phonetics atau Fonetik


Kali ini saya akan sedikit membahas salah satu cabang ilmu linguistik yaitu Phonetics atau Fonetik. Sebelumnya saya belum mengerti apa itu fonetik maka saya putuskan untuk membaca sekilas pengantar materi tentang apa itu Phonetics/ Fonetik. Percayalah teman saya merasa sedikit frustasi ketika membacanya lebih lanjut, saya teringat kata-kata dosen saya bahwa linguistik layaknya pohon rimbun dengan banyak sekali cabangnya. Dan ketika saya membaca lebih dalam tentang fonetik ini saya merasa mulai kehilangan fokus dan merasa berada dalam hutan rimba yang tidak tahu mana jalan keluar yang benar, mana pengertian yang paling tepat untuk menggambarkan apa itu Fonetik. Dan disini saya mulai menyususn sedikit yang saya temui hasil berseluncur dan berjalan-jalan di internet  seharian. Saya harap ini bisa membantu teman teman mengerti apa itu Fonetik. Selamat membaca J

Phonetics atau fonetik
Secara umum adalah :
Cabang ilmu linguistik yang mempelajari produksi bunyi bahasa. Bunyi bahasa tentunya diciptakan dari adanya getaran suatu benda yang menyebabkan udara ikut bergetar. Perbedaan antara bunyi bahasa dengan bunyi yang lainnya menurut Fonetik adalah bunyi bahasa tercipta atas getaran alat-alat ucap manusia sedangkan bunyi biasa tercipta dari getaran benda-benda selain alat ucap manusia. Dalam fonetik, bunyi bahasa dianggap setara bunyi, yaitu sebuah gelaja fisika yang dapat diamati proses produksinya.fonetik memang berorientasi dalam deskripsi produksi bunyi bahasa serta cara-carayang dapat mengubah bunyi bahasa itu dalam produksinya. Oleh karena itu, fonetik bertugas mendeskripsikan bunyi-bunyi bahasa yang terdapat di dalam suatu bahasa. Salah satu contoh konkretnya adalah identifikasi bunyi-bunyi kontoid dan vokoid dalam suatu bahasa.
Secara definisi :
Fonetik adlalah ilmu yang mempelajari bunyi-bunyi ujaran. Ini termasuk memahami bagaimana suara dibuat menggunakan mulut, hidung, gigi, dan lidah, dan juga memahami bagaimana telinga mendengar suara-suara itu dan dapat membedakannya. Sebuah studi tentang fonetik melibatkan mempraktekkan menghasilkan suara (terkadang eksotis)dan mencari tahu suara yang Anda dengar.
Fonetik adalah bidang linguistik yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak. Menurut urutan proses terjadinya bunyi bahasa itu, dibedakan menjadi adanya tiga jenis fonetik, yaitu fonetik artikulatoris, fonetik akustik, dan fonetik auditoris.
·         Fonetik artikulatoris ( fonetik organis atau fonetik fisiologis) : mempelajari bagaimana mekanisme alat-alat bicara manusia bekerja dalam menghasilkan bunyi bahasa, serta bagaimana bunyi-bunyi diklasifikasikan.
·         Fonetik akustik : mempelajari bunyi bahasa sebagai peristiwa fisis atau fenomena  alam. Bunyi bahasa itu diselidiki frekuensi getarannya, amplitudonya, dan intensitasnya, serta timbrenya.
·         Fonetik auditoris : mempelajari bagaimana mekanisme penerimaan bunyi bahasa itu oleh telinga kita.

Alat ucap yang terlibat dalam produksi bunyi bahasa adalah sebagai berikut :
1.       Paru-paru
2.       Batang tenggorok
3.       Pangkal tenggorok
4.       Pita suara
5.       Krikoid
6.       Tiroid dan lekum
7.       Aritenoid
8.       Dinding rongga kerongkongan
9.       Epiglottis
10.   Akar lidah
11.   Pangkal lidah
12.   Tengah lidah
13.   Daun lidah
14.   Ujung lidah
15.   Anak tekak
16.   Langit-langit lunak
17.   Langit-langit keras
18.   Gusi, lengkung kaki gigi
19.   Gigi atas
20.   Gigi bawah
21.   Bibir atas
22.   Bibir bawah mulut
23.   Rongga mulut
24.   Rongga hidung

Bunyi-bunyi yang terjadi pada alat-alat ucap itu biasanya diberi nama sesuai dengan nama alat ucap itu. Berikut adalah nama namanya :
1.       Pangkal tenggorok – laringal
2.       Rongga kerongkongan – faringal
3.       Pangkal lidah – dorsal
4.       Tengah lidah – medial
5.       Daun lidah – laminal
6.       Ujung lidah – apikal
7.       Anak tekak – uvular
8.       Langit-langit lunak – velar
9.       Langit-langit keras – palatal
10.   Gusi – alveolar
11.   Gigi – dental
12.   Bibir – labial
Proses Fonasi atau yang disebut juga proses bersuara
Terjadinya bunyi bahasa pada umumnya dimulainya dengan proses pemompaan udara keluar dari paru-paru melalui pangkal tenggorok ke pangkal tenggorok yang didalamnya terdapat pita suara. Ada 4 macam posisi pita suara yaitu :
-          Pita suara terbuka lebar
-          Pita suara terbuka agak lebar
-          Pita suara terbuka sedikit
-          Pita suara tertutup rapat-rapat

Jika pita suara terbuka lebar maka tidak akan terjadi bunyi bahasa. Jika pita suara terbuka agak lebar maka akan terjadi bunyi ahasayang disebut bunyi tak bersuara (voiceless). Kalau pita  suara terbuka sedikit maka akan terjadilah bunyi bahasa yang disebut bunyi bersara(voice). Jika pita suara tertutup rapat maka akan terjadilah bunyi hamzah atau glotal stop.
Jika pita suara terbuka lebar berarti tidak ada hambatan apa-apa, maka berarti juga tidak ada bunyi yang dhasilkan. Posisi terbuka agak lebar akan menghasilkan bunyi-bunyi tak bersuara apabila arus udara diteruskan ke rongga mulut atau rongga hidung. Posisi terbuka sedikit akan menghasilkan bunyi bersuara apabila arus udara diteruskan ke rongga mulut atau rongga hidung. Sedangkan posisi pita suara menutup sama sekali langsung menghasilkan bunyi hamzah atau bunyi glottal.
Tempat bunyi bahasa terjadi atau dihasilkan disebut tempat artikulasi. Proses terjadinya disebut proses artikulasi. Dan alat-alat yangdigunakan disebut artikulator. Dalam proses artikulasi ini biasanya terlibat dua macam articulator yaitu articulator aktif dan pasif.
Ø  Articulator aktif ; alat ucap yang bergerak dan digerakkan.
Misalnya : bubur bawah, ujung lidah, dan daun lidah
Ø  Articulator pasif : alat ucap yang tidak dapat bergerak atau yang didekati oleh articulator aktif.
Misalnya : bibier atas, gigi atas, langit-langit keras
Keadaan, cara atau posisi bertemunya articulator aktif dan artkulator pasif disebut striktur. Dalam berbagai bahasa dijumpai bunyi ganda. Artinya ada dua bunyi yang lahir dalam dua proses artikulasi yang berangkaian.
Tulisan Fonetik
Dalam studi linguistik dikenal adanya beberapa macam system tulisan dan ejaan, diantaranya:
Ø  tulisan fonetik untuk ejaan fonetik
Ø  tulisan fonemis untuk ejaan fonemis
Ø  system aksara tertentu untuk ejaan ortografis
Dalam studi linguistic dikenal dengan adanya tulisan fonetik dari International Phonetic Alphabet (IPA).
Dalam tulisan fonetik setiap bunyi baik yang segmental maupun yang suprasegmental dilambangkan secara akurat. Artinya, setiap bunyi mempunyai lambang-lambangnya sendiri, meskipun perbedaanya hanya sedikit, tetapi dalam tulisan fonemik haya perbedaan bunyi yang distingtif saja yakni yang membedakan makna, yang dibedakan lambangnya.
Klasifikasi Bunyi
Bunyi bahasa dibedakan atas:
Ø  vocal
Ø  konsonan.
Bunyi vocal dihasilkan dengan pita suara terbuka sedikit. Pita suara yang terbuka sedikit menjadi bergetar ketika dilalui arus udara yang dipompakan dari paru-paru. Arus udara itu keluar  melalui rongga mulut tanpa hambatan bunyi konsonan terjadi setelah arus udara melewati pita suara yang terbuka sedikit atau agak lebar diteruskan dirongga mulut atau rongga hidung dengan mendapat hambatan ditempa-tempat artikulasi tertentu.
Bunyi Vokal
Bunyi vocal biasanya diklasifikasikan dan diberi nama berasarkan posisi lidah dan bentuk mulut. Posisi lidah biasa bersifat vertical dan horizontal.
Secara vertical dibedakan adanya :
Ø  vocal tinggi, misalnya, bunyi {i} dan {u}.
Ø  vocal tengah, misalnya, bunyi [e] .
Ø  vocal rendah, misalnya , bunyi [a]
Secara horizontal dibedakan :
Ø  Vokal depan. Misalnya, bunyi [I dan [e]
Ø  Vokal pusat, misalnya bunyi [∂]
Ø  Vocal belakang, misalnya bunyi [u] dan [o]
Menurut bentuk mulut dibedakan :
Ø  Vocal bundar misalnya, vocal [o] dan [u]
Ø  Vocal tak bundar misalnya, vocal [i] dan [e]
Berdasarkan posisi lidah dan bentuk mulut itulah kemudian kita memberi nama akan vocal-vokal itu, misalnya :
[i] adalah vokal depan tinggi tak bundar
[e] adalah vkal depan tengah tak bundar
[∂] adalah vocal pusat tengah tak bundar
[o] adalah vokal belakang tngah bundar
[a] adalah vocal pusat rendah tak bundar
Disini akan saya beri referensi video pendek bagaimana mengucapkannya dengan benar! ( saya berharap kalian menontonnya berulang-ulang) J

Diftong atau vocal rangkap
-          Disebut diftong atau vocal rangkap karena posisi lidah etika memproduksi bunyi ini pada bagian awalnya dan bagian akhirnya tidak sama.
Contoh diftong dalam bahasa Indonesia adalah [au] pada kerbau.
Diftong sering dibedakan berdasarkan letak atau posisi unsur-unsurnya sehingga dibedakan adanya:
1.       diftong naik
2.       diftong turun.
-          Diftong naik karena bunyi pertama posisinya lebih rendah dari posisis bunyi yang kedua.
-          Diftong turun karena posisibuyi pertama lebih tiggi dari posisi yang kedua.
Klasifikasi konsonan
Bunyi-bunyi konsonan biasanya dibedakan berdasarkan 3 patokan yaitu posisi pita suara, tempat artikulasi, cara artikulasi
Berdasarkan tempat artikulasi ;
1.       bilabial yaitu konsoan yang terjadi pada kedua belah bibir atas. Contoh. Bunyi [b],[p],[m]. b] dan [p] adalah bunyi oral yaitu dikelarkan melalui rongga mulut, dan bunyi [m ] adalah bunyi nasal yatu bunyi yang dikeluarkan melalui rongga hidung.
2.       labiodental yakni konsonan yang terjadi pada gigi bawah dan bibir atas. Contoh, bunyi [f] dan [v]
3.       aminoalveolar yakni konsonan yang terjadi pada daun lidah dn gusi. Contohya, bunyi [t] da [d]
4.       dorsvelar yakni konsonan yang terjad pada pangkal lidah dan velum. Contohnya, bunyi [k] dan [g]
berdasarkan cara  artikulasinya dibedakan atas :
1.       hambat, contohnya, bunyi [p] [b] [t] [d] [k] [g]
2.       geseran , contohnya bunyi [f] [s] [z]
3.       paduan, contohya, bunyi [c] [j]
4.       senggauan, contohnya, bunyi [m] [n] [ŋ]
5.       getaran, contohnya, bunyi [r]
6.       sampingan , contohnya, bunyi [l]
7.       hampiran, contohnya, [w] [y]
Nada atau Pitch
Nada berkenaan dengan tinggi rendahnya suatu bunyi. Nada dalam bahasa-bahasa tertentu bisa bersifat fonemis maupun morfemis. Dalam bahasa tonal biasanya dikenal dengan adanya lima macam nada, yaitu :
1.nada naik atau meninggi[ /]
2.nada datar [―]
3.nada turun [\]
4.nada turun naik [\/]
5.nada naik turun [/\]
Nada yang menyertai bunyi segmental di dalam kalimat disebut intonasi. Dalam hal ini biasanya dibedakan menjadi 4 macam nada ;
1.nada yang paling tinggi [4]
2.nada tinggi [3]
3.nada sedang [2]
4.nada rendah [1]
Jeda atau persendian
Jeda atau persendian berkenaan dengan hentian bunyi dalam arus ujar persambungan antara segmen yang satu dengan yang lain dibedakan:
1.       Sendi dalam menunjukkan batas antara satu silabel dengan silabel yang lain
2.       Sendi luar menunjukkan batas yang lebih besar dari segmen silabel.
 Silabel
1.       Silabel adalah satuan ritme terkecil dalam suatu arus ujaran atau runtutan bunyi ujaran
2.       Onset adalah bunyi pertama pada sebuah silabel, seperti bunyi [s] pada kata sampah.
3.       Koda adalah bunyi akhir pada sebuah silabel seperti bunyi [n] pada kata paman.
Fonemik
Objek penelitian fonetik adalah fon, yaitu bunyi bahasa yang mengandung bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna kata atau tidak.




Sumber :


Rabu, 16 Oktober 2019

Linguistik


Linguistik ?
Menurut pemahaman saya, linguistik ialah ilmu yang mempelajari tentang bahasa, seorang ahli atau yg mempelajari bahasa disebut linguis. Mempelajari bahasa penting untuk semua kalangan karena menjadi alat komunikasi sehari-hari.
Secara sederhana ilmu bahasa mengkaji segala hal tentang bahasa. Ilmu linguistik memiliki beberapa cabang seperti :
1. Phonetics / Fonetik,
2. Morphology / Morfologi,
3. Syntax / Sintaksis,
4. Semantics / Semantik,
5. dan lain-lain
Sedikit saya akan menjelaskan secara singkat masing masing dari cabang ilmu linguistik ;
1. Phonetics / Fonetik
Membahas tentang pengucapan bahasa, sering kita temukan dalam kamus.
2. Morphology / Morfologi
Mempelajari bagian terkecil dari bahasa yang memiliki arti, contoh : un - tie - d
  • Un- : membalikkan suatu tindakan
  • -Tie- : menunjukkan tindakan memutar hal-hal kuat seperti bersama-sama sehingga mereka tetap
  • -d : menunjukkan bahwa tindakan terjadi di masa lalu
  • 3. Syntax / Sintaksis

Mempelajari pola bahasa seperti dalam bahasa Inggris beautiful girl ( noun phrases -> adjective + noun ) dan di dalam bahasa Indonesia disebut gadis cantik ( noun + adjective )
4. Semantics / Semantik
Berfokus pada relasi antarkata, frasa, termasuk bagaimana makna dari kata-kata tersebut.

Penting bagi seseorang untuk mempelajari ilmu bahasa terlebih untuk seorang guru terlebih guru bahasa untuk melatih dan mengajarkan keterampilan berbahasa dan beberapa pekerjaan lainnya. Sekian menurut saya, Terimakasih.

https://mojok.co/apk/komen/versus/apa-itu-linguistik-panduan-singkat-linguistics-for-beginner/
https://sastra33.blogspot.com/2011/06/linguistik-1.html?m=1


Kamis, 10 Oktober 2019

Shella Widia Sitompul





Shella widia sitompul
Seorang mahasiswi pendidikan Bahasa Inggris di universitas lancang kuning semester 3 tahun 2019/2020.
Mahasiswi yang awalnya tidak mengerti tentang per-blog-an dan diberikan tugas oleh seorang dosen pada mata kuliah introduction to linguistics untuk membuat blog dan dianjurkan untuk menulis disana sebagai syarat mengkuti kelas mata kuliah ini.
Jujur, saya tidak mengerti bagaimana cara membuat blog, menulis artikel blog, bahkan untuk mengurus blog ini agar tetap berjalan dengan baik.
Dan termasuk salah satu mahasiswi yang bercita-cita menjadi seorang sarjana yang tamat bukan hanya membawa bekal nilai tetapi juga ilmu dan skill yang baik yang diharapkan bisa berguna nantinya.
Perempuan yang berusia 19 tahun ketika menulis artikel ini pernah tergerak hatinya untuk berubah menjadi mahasiswa yang produktif dalam perkuliahan dan organisasi tapi belum terealisasi. Ingin memiliki banyak prestasi untuk menambah isi cv yang akan dipakai kelak ketika mencari pekerjaan atau bahkan untuk modal mencari beasiswa melanjutkan pendidikannya.
Dan teruntuk bapak dosen, bapak Budianto Hamuddin
Mungkin saya ingin bercerita sedikit sebagaimana tugas yang diberikan oleh bapak untuk saya untuk menyentuh sedikit bagian hati bapak agar nanti tidak akan tega memberikan nilai c pada kartu hasil studi saya.
Pertama kali belajar dengan bapak yang menunjukkan bagaimana cita cita bapak untuk merealisasikan bahwa universitas lancang kuning bisa bersaing dengan kampus terbaik di Indonesia bahkan akan mampu bersaing dengan kampus sekelas harvard dan cambridge, saya ingin menjadi bagian dalam hal itu tapi saya sadar saat itu dan berkecil hati bagaimana mungkin saya bisa menjadi bagian dari itu jika membuat untuk membuat blog saja saya masih meminta bantuan teman dekat saya atau biasa disebut ‘pacar’. Tetapi saya kembali menguatkan diri untuk berjanji mengubah diri menjadi lebih baik agar bisa mewujudkan cita-cita. Saya juga ingin menyampaikan permohonan agar bapak mau membantu dan mengajari saya bagaimana menjadi bagian dari tim yang mewujudkan universitas lancang kuning lebih unggul lagi. Tapi ketika mengingat bagaimana belajar dengan bapak dan juga mendengar dari cerita pengalaman senior saya mulai merasa takut tidak bisa mengikuti alur pengajaran bapak dengan baik, ya saya akui saya memang seorang yang penakut dan juga mudah merasa tidak sanggup melakukan sesuatu entah apalah itu namanya pak. Saya pikir tulisan saya kali ini sudah bisa mewakili siapa dan bagaimana diri saya pak, saya harap tulisan pendek ini bisa menyentuh sedikit bagian hati bapak, terimakasih atas waktu yang bapak berikan untuk membaca tulisan saya.