Rabu, 18 Desember 2019
Sabtu, 19 Oktober 2019
Phonetics atau Fonetik
Kali ini saya akan sedikit membahas salah satu
cabang ilmu linguistik yaitu Phonetics atau Fonetik. Sebelumnya saya belum
mengerti apa itu fonetik maka saya putuskan untuk membaca sekilas pengantar
materi tentang apa itu Phonetics/ Fonetik. Percayalah teman saya merasa sedikit
frustasi ketika membacanya lebih lanjut, saya teringat kata-kata dosen saya
bahwa linguistik layaknya pohon rimbun dengan banyak sekali cabangnya. Dan
ketika saya membaca lebih dalam tentang fonetik ini saya merasa mulai
kehilangan fokus dan merasa berada dalam hutan rimba yang tidak tahu mana jalan
keluar yang benar, mana pengertian yang paling tepat untuk menggambarkan apa
itu Fonetik. Dan disini saya mulai menyususn sedikit yang saya temui hasil
berseluncur dan berjalan-jalan di internet
seharian. Saya harap ini bisa membantu teman teman mengerti apa itu
Fonetik. Selamat membaca J
Phonetics
atau fonetik
Secara umum adalah :
Cabang ilmu linguistik yang mempelajari produksi
bunyi bahasa. Bunyi bahasa tentunya diciptakan dari adanya getaran suatu benda
yang menyebabkan udara ikut bergetar. Perbedaan antara bunyi bahasa dengan
bunyi yang lainnya menurut Fonetik adalah bunyi bahasa tercipta atas getaran
alat-alat ucap manusia sedangkan bunyi biasa tercipta dari getaran benda-benda
selain alat ucap manusia. Dalam fonetik, bunyi bahasa dianggap setara bunyi,
yaitu sebuah gelaja fisika yang dapat diamati proses produksinya.fonetik memang
berorientasi dalam deskripsi produksi bunyi bahasa serta cara-carayang dapat
mengubah bunyi bahasa itu dalam produksinya. Oleh karena itu, fonetik bertugas
mendeskripsikan bunyi-bunyi bahasa yang terdapat di dalam suatu bahasa. Salah
satu contoh konkretnya adalah identifikasi bunyi-bunyi kontoid dan vokoid dalam
suatu bahasa.
Secara definisi :
Fonetik adlalah ilmu yang mempelajari
bunyi-bunyi ujaran. Ini termasuk memahami bagaimana suara dibuat menggunakan
mulut, hidung, gigi, dan lidah, dan juga memahami bagaimana telinga mendengar
suara-suara itu dan dapat membedakannya. Sebuah studi tentang fonetik melibatkan
mempraktekkan menghasilkan suara (terkadang eksotis)dan mencari tahu suara yang
Anda dengar.
Fonetik adalah bidang linguistik yang
mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi tersebut mempunyai
fungsi sebagai pembeda makna atau tidak. Menurut urutan proses terjadinya bunyi
bahasa itu, dibedakan menjadi adanya tiga jenis fonetik, yaitu fonetik
artikulatoris, fonetik akustik, dan fonetik auditoris.
·
Fonetik artikulatoris ( fonetik
organis atau fonetik fisiologis) : mempelajari bagaimana mekanisme alat-alat
bicara manusia bekerja dalam menghasilkan bunyi bahasa, serta bagaimana
bunyi-bunyi diklasifikasikan.
·
Fonetik akustik : mempelajari
bunyi bahasa sebagai peristiwa fisis atau fenomena alam. Bunyi bahasa itu diselidiki frekuensi
getarannya, amplitudonya, dan intensitasnya, serta timbrenya.
·
Fonetik auditoris : mempelajari
bagaimana mekanisme penerimaan bunyi bahasa itu oleh telinga kita.
Alat ucap yang terlibat dalam produksi bunyi
bahasa adalah sebagai berikut :
1.
Paru-paru
2.
Batang tenggorok
3.
Pangkal tenggorok
4.
Pita suara
5.
Krikoid
6.
Tiroid dan lekum
7.
Aritenoid
8.
Dinding rongga kerongkongan
9.
Epiglottis
10.
Akar lidah
11.
Pangkal lidah
12.
Tengah lidah
13.
Daun lidah
14.
Ujung lidah
15.
Anak tekak
16.
Langit-langit lunak
17.
Langit-langit keras
18.
Gusi, lengkung kaki gigi
19.
Gigi atas
20.
Gigi bawah
21.
Bibir atas
22.
Bibir bawah mulut
23.
Rongga mulut
24.
Rongga hidung
Bunyi-bunyi yang terjadi pada
alat-alat ucap itu biasanya diberi nama sesuai dengan nama alat ucap itu.
Berikut adalah nama namanya :
1.
Pangkal tenggorok – laringal
2.
Rongga kerongkongan – faringal
3.
Pangkal lidah – dorsal
4.
Tengah lidah – medial
5.
Daun lidah – laminal
6.
Ujung lidah – apikal
7.
Anak tekak – uvular
8.
Langit-langit lunak – velar
9.
Langit-langit keras – palatal
10.
Gusi – alveolar
11.
Gigi – dental
12.
Bibir – labial
Proses
Fonasi atau yang disebut juga proses bersuara
Terjadinya bunyi bahasa pada umumnya
dimulainya dengan proses pemompaan udara keluar dari paru-paru melalui pangkal
tenggorok ke pangkal tenggorok yang didalamnya terdapat pita suara. Ada 4 macam
posisi pita suara yaitu :
-
Pita suara terbuka lebar
-
Pita suara terbuka agak lebar
-
Pita suara terbuka sedikit
-
Pita suara tertutup rapat-rapat
Jika pita suara terbuka lebar maka tidak akan
terjadi bunyi bahasa. Jika pita suara terbuka agak lebar maka akan terjadi
bunyi ahasayang disebut bunyi tak bersuara (voiceless). Kalau pita suara terbuka sedikit maka akan terjadilah
bunyi bahasa yang disebut bunyi bersara(voice). Jika pita suara tertutup rapat
maka akan terjadilah bunyi hamzah atau glotal stop.
Jika pita suara terbuka lebar berarti tidak
ada hambatan apa-apa, maka berarti juga tidak ada bunyi yang dhasilkan. Posisi
terbuka agak lebar akan menghasilkan bunyi-bunyi tak bersuara apabila arus
udara diteruskan ke rongga mulut atau rongga hidung. Posisi terbuka sedikit
akan menghasilkan bunyi bersuara apabila arus udara diteruskan ke rongga mulut
atau rongga hidung. Sedangkan posisi pita suara menutup sama sekali langsung
menghasilkan bunyi hamzah atau bunyi glottal.
Tempat bunyi bahasa terjadi atau dihasilkan
disebut tempat artikulasi. Proses terjadinya disebut proses artikulasi. Dan
alat-alat yangdigunakan disebut artikulator. Dalam proses artikulasi ini
biasanya terlibat dua macam articulator yaitu articulator aktif dan pasif.
Ø
Articulator aktif ; alat ucap yang bergerak dan digerakkan.
Misalnya : bubur bawah, ujung lidah, dan daun
lidah
Ø
Articulator pasif : alat ucap yang tidak dapat bergerak atau yang
didekati oleh articulator aktif.
Misalnya : bibier atas, gigi atas,
langit-langit keras
Keadaan, cara atau posisi bertemunya
articulator aktif dan artkulator pasif disebut striktur. Dalam berbagai bahasa
dijumpai bunyi ganda. Artinya ada dua bunyi yang lahir dalam dua proses
artikulasi yang berangkaian.
Tulisan
Fonetik
Dalam studi linguistik dikenal adanya beberapa
macam system tulisan dan ejaan, diantaranya:
Ø
tulisan fonetik untuk ejaan fonetik
Ø
tulisan fonemis untuk ejaan fonemis
Ø
system aksara tertentu untuk ejaan ortografis
Dalam studi linguistic dikenal dengan adanya tulisan
fonetik dari International Phonetic Alphabet (IPA).
Dalam tulisan fonetik setiap bunyi baik yang
segmental maupun yang suprasegmental dilambangkan secara akurat. Artinya,
setiap bunyi mempunyai lambang-lambangnya sendiri, meskipun perbedaanya hanya
sedikit, tetapi dalam tulisan fonemik haya perbedaan bunyi yang distingtif saja
yakni yang membedakan makna, yang dibedakan lambangnya.
Klasifikasi
Bunyi
Bunyi bahasa dibedakan atas:
Ø vocal
Ø
konsonan.
Bunyi vocal dihasilkan dengan pita suara
terbuka sedikit. Pita suara yang terbuka sedikit menjadi bergetar ketika
dilalui arus udara yang dipompakan dari paru-paru. Arus udara itu keluar melalui rongga mulut tanpa hambatan bunyi
konsonan terjadi setelah arus udara melewati pita suara yang terbuka sedikit
atau agak lebar diteruskan dirongga mulut atau rongga hidung dengan mendapat
hambatan ditempa-tempat artikulasi tertentu.
Bunyi Vokal
Bunyi vocal biasanya diklasifikasikan dan
diberi nama berasarkan posisi lidah dan bentuk mulut. Posisi lidah biasa
bersifat vertical dan horizontal.
Secara vertical dibedakan adanya :
Ø vocal
tinggi, misalnya, bunyi {i} dan {u}.
Ø vocal
tengah, misalnya, bunyi [e] .
Ø vocal
rendah, misalnya , bunyi [a]
Secara horizontal dibedakan :
Ø Vokal
depan. Misalnya, bunyi [I dan [e]
Ø Vokal
pusat, misalnya bunyi [∂]
Ø Vocal
belakang, misalnya bunyi [u] dan [o]
Menurut bentuk mulut dibedakan :
Ø Vocal
bundar misalnya, vocal [o] dan [u]
Ø Vocal
tak bundar misalnya, vocal [i] dan [e]
Berdasarkan posisi lidah dan bentuk mulut
itulah kemudian kita memberi nama akan vocal-vokal itu, misalnya :
[i] adalah vokal depan tinggi tak bundar
[e] adalah vkal depan tengah tak bundar
[∂] adalah vocal pusat tengah tak bundar
[o] adalah vokal belakang tngah bundar
[a] adalah vocal pusat rendah tak bundar
Disini akan saya beri referensi video pendek
bagaimana mengucapkannya dengan benar! ( saya berharap kalian menontonnya
berulang-ulang) J
Diftong
atau vocal rangkap
-
Disebut diftong atau vocal rangkap
karena posisi lidah etika memproduksi bunyi ini pada bagian awalnya dan bagian
akhirnya tidak sama.
Contoh diftong dalam
bahasa Indonesia adalah [au] pada kerbau.
Diftong sering
dibedakan berdasarkan letak atau posisi unsur-unsurnya sehingga dibedakan
adanya:
1.
diftong naik
2.
diftong turun.
-
Diftong naik karena bunyi pertama
posisinya lebih rendah dari posisis bunyi yang kedua.
-
Diftong turun karena posisibuyi
pertama lebih tiggi dari posisi yang kedua.
Klasifikasi
konsonan
Bunyi-bunyi konsonan biasanya dibedakan
berdasarkan 3 patokan yaitu posisi pita suara, tempat artikulasi, cara
artikulasi
Berdasarkan tempat artikulasi ;
1.
bilabial yaitu konsoan yang
terjadi pada kedua belah bibir atas. Contoh. Bunyi [b],[p],[m]. b] dan [p]
adalah bunyi oral yaitu dikelarkan melalui rongga mulut, dan bunyi [m ] adalah
bunyi nasal yatu bunyi yang dikeluarkan melalui rongga hidung.
2.
labiodental yakni konsonan yang
terjadi pada gigi bawah dan bibir atas. Contoh, bunyi [f] dan [v]
3.
aminoalveolar yakni konsonan yang
terjadi pada daun lidah dn gusi. Contohya, bunyi [t] da [d]
4.
dorsvelar yakni konsonan yang
terjad pada pangkal lidah dan velum. Contohnya, bunyi [k] dan [g]
berdasarkan cara artikulasinya dibedakan atas :
1.
hambat, contohnya, bunyi [p] [b]
[t] [d] [k] [g]
2.
geseran , contohnya bunyi [f] [s]
[z]
3.
paduan, contohya, bunyi [c] [j]
4.
senggauan, contohnya, bunyi [m]
[n] [ŋ]
5.
getaran, contohnya, bunyi [r]
6.
sampingan , contohnya, bunyi [l]
7.
hampiran, contohnya, [w] [y]
Nada atau
Pitch
Nada berkenaan dengan tinggi rendahnya suatu
bunyi. Nada dalam bahasa-bahasa tertentu bisa bersifat fonemis maupun morfemis.
Dalam bahasa tonal biasanya dikenal dengan adanya lima macam nada, yaitu :
1.nada naik atau meninggi[ /]
2.nada datar [―]
3.nada turun [\]
4.nada turun naik [\/]
5.nada naik turun [/\]
Nada yang menyertai bunyi segmental di dalam kalimat
disebut intonasi. Dalam hal ini biasanya dibedakan menjadi 4 macam nada ;
1.nada yang paling tinggi [4]
2.nada tinggi [3]
3.nada sedang [2]
4.nada rendah [1]
Jeda atau
persendian
Jeda atau persendian berkenaan dengan hentian
bunyi dalam arus ujar persambungan antara segmen yang satu dengan yang lain dibedakan:
1.
Sendi dalam menunjukkan batas
antara satu silabel dengan silabel yang lain
2.
Sendi luar menunjukkan batas yang
lebih besar dari segmen silabel.
Silabel
1.
Silabel adalah satuan ritme
terkecil dalam suatu arus ujaran atau runtutan bunyi ujaran
2.
Onset adalah bunyi pertama pada
sebuah silabel, seperti bunyi [s] pada kata sampah.
3.
Koda adalah bunyi akhir pada
sebuah silabel seperti bunyi [n] pada kata paman.
Fonemik
Objek penelitian fonetik adalah fon, yaitu
bunyi bahasa yang mengandung bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda
makna kata atau tidak.
Sumber :
Rabu, 16 Oktober 2019
Linguistik
Linguistik ?
Menurut pemahaman saya, linguistik ialah ilmu yang
mempelajari tentang bahasa, seorang ahli atau yg mempelajari bahasa disebut linguis.
Mempelajari bahasa penting untuk semua kalangan karena menjadi alat komunikasi
sehari-hari.
Secara sederhana ilmu bahasa mengkaji segala hal tentang
bahasa. Ilmu linguistik memiliki beberapa cabang seperti :
1. Phonetics / Fonetik,
2. Morphology / Morfologi,
3. Syntax / Sintaksis,
4. Semantics / Semantik,
5. dan lain-lain
Sedikit saya akan menjelaskan secara singkat masing masing dari
cabang ilmu linguistik ;
1. Phonetics / Fonetik
Membahas tentang pengucapan bahasa, sering kita temukan
dalam kamus.
2. Morphology / Morfologi
Mempelajari bagian terkecil dari bahasa yang memiliki arti,
contoh : un - tie - d
- Un- : membalikkan suatu tindakan
- -Tie- : menunjukkan tindakan memutar hal-hal kuat seperti bersama-sama sehingga mereka tetap
- -d : menunjukkan bahwa tindakan terjadi di masa lalu
- 3. Syntax / Sintaksis
Mempelajari pola bahasa seperti dalam bahasa Inggris beautiful
girl ( noun phrases -> adjective + noun ) dan di dalam bahasa Indonesia
disebut gadis cantik ( noun + adjective )
4. Semantics / Semantik
Berfokus pada relasi antarkata, frasa, termasuk bagaimana
makna dari kata-kata tersebut.
Penting bagi seseorang untuk mempelajari ilmu bahasa
terlebih untuk seorang guru terlebih guru bahasa untuk melatih dan mengajarkan
keterampilan berbahasa dan beberapa pekerjaan lainnya. Sekian menurut saya, Terimakasih.
https://mojok.co/apk/komen/versus/apa-itu-linguistik-panduan-singkat-linguistics-for-beginner/
https://sastra33.blogspot.com/2011/06/linguistik-1.html?m=1
Kamis, 10 Oktober 2019
Shella Widia Sitompul
Shella widia sitompul
Seorang mahasiswi pendidikan Bahasa Inggris di
universitas lancang kuning semester 3 tahun 2019/2020.
Mahasiswi yang awalnya tidak mengerti tentang
per-blog-an dan diberikan tugas oleh seorang dosen pada mata kuliah
introduction to linguistics untuk membuat blog dan dianjurkan untuk menulis
disana sebagai syarat mengkuti kelas mata kuliah ini.
Jujur, saya tidak mengerti bagaimana cara
membuat blog, menulis artikel blog, bahkan untuk mengurus blog ini agar tetap
berjalan dengan baik.
Dan termasuk salah satu mahasiswi yang
bercita-cita menjadi seorang sarjana yang tamat bukan hanya membawa bekal nilai
tetapi juga ilmu dan skill yang baik yang diharapkan bisa berguna nantinya.
Perempuan yang berusia 19 tahun ketika menulis
artikel ini pernah tergerak hatinya untuk berubah menjadi mahasiswa yang
produktif dalam perkuliahan dan organisasi tapi belum terealisasi. Ingin
memiliki banyak prestasi untuk menambah isi cv yang akan dipakai kelak ketika
mencari pekerjaan atau bahkan untuk modal mencari beasiswa melanjutkan
pendidikannya.
Dan teruntuk bapak dosen, bapak Budianto
Hamuddin
Mungkin saya ingin bercerita sedikit sebagaimana
tugas yang diberikan oleh bapak untuk saya untuk menyentuh sedikit bagian hati
bapak agar nanti tidak akan tega memberikan nilai c pada kartu hasil studi
saya.
Pertama kali belajar dengan bapak yang menunjukkan
bagaimana cita cita bapak untuk merealisasikan bahwa universitas lancang kuning
bisa bersaing dengan kampus terbaik di Indonesia bahkan akan mampu bersaing
dengan kampus sekelas harvard dan cambridge, saya ingin menjadi bagian dalam
hal itu tapi saya sadar saat itu dan berkecil hati bagaimana mungkin saya bisa
menjadi bagian dari itu jika membuat untuk membuat blog saja saya masih meminta
bantuan teman dekat saya atau biasa disebut ‘pacar’. Tetapi saya kembali
menguatkan diri untuk berjanji mengubah diri menjadi lebih baik agar bisa
mewujudkan cita-cita. Saya juga ingin menyampaikan permohonan agar bapak mau
membantu dan mengajari saya bagaimana menjadi bagian dari tim yang mewujudkan
universitas lancang kuning lebih unggul lagi. Tapi ketika mengingat bagaimana
belajar dengan bapak dan juga mendengar dari cerita pengalaman senior saya
mulai merasa takut tidak bisa mengikuti alur pengajaran bapak dengan baik, ya
saya akui saya memang seorang yang penakut dan juga mudah merasa tidak sanggup
melakukan sesuatu entah apalah itu namanya pak. Saya pikir tulisan saya kali
ini sudah bisa mewakili siapa dan bagaimana diri saya pak, saya harap tulisan
pendek ini bisa menyentuh sedikit bagian hati bapak, terimakasih atas waktu
yang bapak berikan untuk membaca tulisan saya.


